Home

Kemarin sore, adik saya bertanya apakah saya berani menonton video penyiksaan terhadap sapi australia, yang kabarnya sampai dicongkel matanya, dibentur-benturkan kepalanya, dipukuli dan entah apalagi. Hidup-hidup tentu. HELL NO!

Saya adalah tipe penonton film yang kuat menyaksikan film sadis yang memutilasi orang karena tahu itu cuma buatan. Tapi menjadi saksi kekejaman terhadap binatang? Tidak, terima kasih. Saya bahkan tak bisa menghilangkan rasa nyeri selama berhari-hari ketika diceritakan ada sapi kurban keluarga yang ternyata belum mati ketika penjagalnya keburu pulang. Saya benci mendengarnya. Mengapa sesembrono itu? Sebagai penjagal hewan kurban, harusnya dia tahu, mengonsumsi hewan yang mati bukan karena disembelih itu haram! Hewan itu mati karena kehabisan darah, bukan ketika pisau jagal memutus uratnya. Betapa berdosanya membagikan daging kurban haram kepada orang-orang…

Tadi siang barulah saya paham video yang dimaksud adik saya. Ternyata stasiun televisi Australia, ABC, membuat liputan tentang prosesi penjagalan sapi australia yang tidak memenuhi standar penjagalan internasional. Baca selengkapnya di sini. Saya tidak ingin mengomentari kasus ini terlalu jauh ke urusan perdagangan Indonesia-Australia, apalagi politik luar negeri. Saya cuma sedih dengan sikap manusia yang semena-mena terhadap binatang. Kapan ya kita bisa lebih menghargai nyawa sesama ciptaan Allah? Saya sering terharu kalau membaca berita mengenai upaya penyelamatan hewan, tak peduli waktu dan biaya yang dihabiskan. Seperti kabar yang saya baca, kebetulan juga dari Australia, untuk menyelamatkan anjingnya yang terperangkap, sang pemilik tak segan mengeluarkan biaya sewa alat berat sampai 2000 dolar dan menghabiskan waktu sampai 100 jam. Luar biasa :)

Omong-omong, kemana ya MUI? Apa ngga dicek, tuh kondisi rumah potong hewan di lapangan? Benar ngga, sih selama ini para penjagal menjalankan syariat Islam saat bekerja? Coba deh, lebih perhatian dengan hal-hal yang lebih mengena dengan kehidupan sehari-hari.  Jangan cuma sibuk ngeluarin fatwa-fatwa yang tidak “praktis”. Korupsi haram? Semua juga tahu!

About these ads

2 thoughts on “Kekejaman terhadap binatang, siapa peduli?

  1. hahhahaha…

    makin banyak dah sekarang tulisan ibu dosen kite nih,,,

    mangcaplah…

    masalah penyiksaan terhadap hewan banyak kok mbak, tidak hanya sapi

    ayam KF* kabarnya juga sering disiksa dulu sebelum disembelih, tapi yang di luar negeri sih, belum tahulah yang di Indonesia

    • berita yang beredar kadangkala cuma hoax, jadi tak perlu langsung percaya pada pemberitaan di media, apalagi kalau sumbernya dari internet dan berkaitan dengan bisnis merk besar.
      saya menulis ini cuma mengingatkan saja, siapa tahu masih ada yang peduli bukan sekedar angkat bahu dan berlalu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s