Pertolongan pertama di rumah

Sekedar pengen sharing aja, ada beberapa obat-obatan yang perlu sekali tersedia di rumah, khususnya kalau punya anak kecil di rumah. Bukan mau promosiin jualan orang, tapi memang ngga ada salahnya berbagi pengalaman, kan?

Thrombophob Gel

Gel ini pertolongan pertama untuk yang terantuk atau terjatuh. Maklumlah, namanya anak-anak ngga bisa diam. Lari sana sini, tahu-tahu jatuh, tahu-tahu terantuk, tahu-tahu benjol segede kelereng. Supaya benjol cepat kempes dan menghindari timbulnya memar, oleskan gel ini. Rasanya sejuk di kulit. Tapi hindari jika ada luka terbuka.

Betadine Antiseptik

Jaman dulu kita tahunya obat luka dengan sebutan obat merah, karena warnanya yang merah :D Tapi sekarang obat merah sudah tak pernah saya temui lagi di pasaran, paling juga ada yang buatan cina. Sebagai gantinya adalah Betadine Antiseptik untuk pertolongan terhadap semua luka terbuka. Malah saya pernah (baca atau lihat iklannya di TV, lupa juga) tahu bisa juga dipergunakan untuk mengobati gangguan jamur di kaki. Boleh dicoba tuh kalau salep anti jamur sudah tak mempan :D

O,ya, mungkin anak-anak juga suka jika diberi plester penutup luka yang berguna untuk mempercepat penyembuhan luka sekaligus melindunginya dari debut. Apalagi sekarang banyak plester yang bergambar lucu-lucu. Hanya saja, dari pengalaman saya, plester harus sering diganti, setidaknya setiap kali habis mandi, dan tidak dipakai dalam jangka waktu terlalu lama. Luka akan lebih lekas sembuh jika dibiarkan kering secara alami. Membiarkannya tertutup plester terus menerus membuat luka sulit kering.

Salep Antiseptik Betadine

Sama-sama Betadine, tapi yang ini gunanya untuk luka terbakar. Biasa kan, ibu-ibu menggoreng lauk di dapur lalu kecipratan minyak. Anak-anak yang diam-diam menyalakan korek api lalu kena jarinya. Dan ternyata masih ada saja yang percaya bahwa luka bakar semacam itu pertolongan pertamanya pakai mentega, kecap, bahkan pasta gigi! Padahal cukup dibasuh dengan air dingin mengalir untuk hilangkan kotorannya lalu diolesi salep ini. Insya Allah lukanya ngga akan meninggalkan bekas.

Microlax

Seringkali anak-anak susah disuruh makan sayur dan buah, akibatnya buang airnya pun keras. Kalau dipaksakan biasanya anak akan merasa kesakitan bahkan dinding dubur juga bisa ikut berdarah. Pertolongan pertama bagi anak yang sembelit ini adalah gel Microlax yang dimasukkan langsung ke lubang dubur anak. Dalam waktu sekitar 10 menit tinjanya akan melunak dan keluar sendiri.

Norit

Sulit buang air jadi pikiran, apalagi kalau anak justru buang air melulu. Pertolongan pertama yang bisa diberikan adalah memberinya norit. Mungkin anak akan kesulitan memakannya dalam bentuk tablet, maka harus dihaluskan terlebih dahulu. Alternatif lain, Entrostop Anak dalam bentuk sirup.

Dettol

Saya selalu sedia Dettol di rumah sejak anak laki-laki  saya pernah didiagnosa infeksi saluran kencing. Ada bakteri yang membuat ujung kemaluannya merah, bengkak dan perih dan membuat ia sulit buang air kecil. Menurut diagnosa dokter, ini sangat umum terjadi di kalangan anak usia balita. Mereka sering secara tidak sadar memegang kemaluannya padahal mungkin saja tangannya kotor. Selain diobati dari dalam, anak saya secara rutin juga dibasuh setelah buang air kecil dengan larutan Dettol. Alhamdulillah lekas sembuh. Larutan Dettol juga nyaman dipakai untuk mengurangi rasa gatal dan membantu pengobatan jamur di kaki.

Johnson Clear Lotion Anti Mosquito

Sebenarnya ini ngga tergolong pertolongan pertama ya, tapi tindakan pencegahan. Anak-anak pasti ngga betah di dalam rumah terus, maunya main di luar. Di dalam rumah saja banyak nyamuk, apalagi di luar! Lotion ini gampang dioleskan, ngga lengket dan baunya harum. Anak-anak pasti ngga keberatan dioles dulu sebelum bermain. Pilihan lainnya, bisa pakai Zwitsal Skin Protector, yang juga bisa dioleskan ke kulit yang sudah terlanjur digigit serangga. Memang agak lengket dan berbau wangi serai, tapi bisa jadi alternatif kalau kurang menyukai minyak tradisional semacam minyak tawon.

Vick’s Vaporub

Saat flu, biasanya anak kesulitan tidur karena hidungnya tersumbat. Frustrasi dan malah menangis yang ujung-ujungnya bikin hidung tambah mampet. Coba oleskan Vick’s Vaporub ke dada, leher dan punggung bisa mengurangi penderitaannya. Anak juga akan merasa nyaman jika dipijit di bagian belakang telinganya. Tapi jangan coba-coba mengoleskannya ke bawah hidung. Selain kurang baik untuk pernafasannya, juga bahaya jika terkena ke bagian mata. Jika perlu, lebih baik gunakan yang memang untuk dihirup, yaitu Vick’s Inhaler.

 

Progesic

Anak bisa tiba-tiba saja demam. Demamnya sendiri memang bukanlah penyakit, tapi sebagai tanda bahwa antibodi tubuh sedang melawan penyakit. Namun anak tidak bisa dibiarkan dalam kondisi demam, karena pasti tubuhnya terasa tidak nyaman, jadi rewel dan bisa bertambah tinggi suhunya bahkan jadi kejang. Obat turun panas memang sebaiknya tersedia selalu di rumah. Saya biasanya sedia Sanmol, karena memang untuk anak-anak dianjurkan pemakaian parasetamol dibanding ibuprofen. Namun setelah menginjak usia di atas 2 tahun, disarankan oleh dokter untuk menggantinya dengan Progesic. Jika sudah pernah dibuka kemasannya, obat-obatan non antibiotik bisa dipergunakan hingga 3-4 bulan ke depan. Asalkan ditutup rapat dan disimpan di dalam kulkas dan tidak mengalami perubahan warna, rasa serta bau.

 

Sejauh ini, alhamdulillah anak-anak saya cukup sehat tanpa sakit berarti.

Mudah-mudahan sharing ini ada manfaatnya, ya!

Iklan

One thought on “Pertolongan pertama di rumah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s