Could you live without the internet for a week?

Yes, I could.

Cuma memang rasanya tak sama. Kurang apa yah? Kurang bergairah. Ngga bisa baca posting yang lucu-lucu dan kabar terkini di twitter dan tumblr. Apa-apa soal kerjaan jadi tak bisa cepat tanpa bantuan e-mail dan google.

Saya pernah mengalaminya beberapa kali, bahkan lebih dari seminggu. Saat laptop rusak tersambar petir. Saat internet diblokir karena belum bayar (ini terjadi beberapa kali). Atau ketika sedang musim pemadaman bergilir, setidaknya setengah hari, akses ke internet menghilang.

Biasa saja sih. I’m not that desperate without the internet. Malah ada juga sisi positifnya. I spend more time with my kids.

Seringkali terjadi perbutan kekuasaan atas laptop. Yang satu mau nge-game di cartoon network, yang satu ingin lihat-lihat gambar hello kitty, dan saya perlu banget update website. Kondisi lainnya, mereka berteriak-teriak minta mainnya ditemani, sementara saya sibuk di depan laptop. Saat internet mati, pilihannya hanyalah bermain dengan mereka.

That’s not bad at all. Soal informasi terkini, toh di rumah masih langganan koran. Soal komunikasi, kan masih ada hape untuk nelpon dan smsan. Jadi, benar kata iklan, kalau ngga ada internet, bukan mati beneran. Cuma mati gaya :D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s