Bahasa SMS

Menyebalkan memang kalau dapat pesan singkat dengan gaya tulisan dan bahasa alay. Huruf besar kecil tak sesuai peruntukan dan karakter-karakter tak penting memenuhi kalimat tapi anehnya malah banyak kata-kata yang disingkat. Untung saya sudah cukup tua dan tak banyak bergaul dengan pengguna bahasa alay yang umumnya masih remaja.

Biasanya saya masa bodoh dengan cara menulis mereka yang menurut saya memperbodoh diri mereka sendiri itu, tapi saya merasa cukup terganggu dengan cara menulis kata “Bu” dengan “Bug”, bahkan dengan huruf g lebih dari satu. Okelah, terkadang bahasa alay ini sering menggonta-ganti huruf yang berbunyi mirip, seperti “k” diganti penulisannya dengan “g” atau “q”. Cuma, sejak kapan kata “Ibu” atau “Bu” diakhiri dengan huruf k? Jadi “Ibuk”? Jadi “Buk”? Apakah karena “bapak” dan “anak” pakai huruf k maka “ibu” pun diseragamkan? Lucunya saya malah jarang melihat penulisan kata “bapak” yang berubah jadi “bapag”. Entah ya, mungkin karena saya perempuan, sering mendapat pesan singkat di ponsel atau di jejaring sosial dari mahasiswa yang tak lupa menyelipkan kata “Bug” itu tadi untuk menyapa saya. Yeah, right. So, I am some kind of insect. What, a spider? A tick? A ladybug?

Ngomong-ngomong, tadi saya iseng meng-google kata “bapag” dan salah satu hasil pencarian di halaman pertama memunculkan profil Friendster ini. Tepat seperti dugaan saya, “Anag, Bapag, Ibug” :D

Ugh, bahkan membahas ini saja terasa melelahkan. Kenapa mereka tidak capek ya menulis dengan bahasa ajaib itu?

Satu hal lagi yang saya rasakan mengganggu, dan dilakukan tidak hanya oleh remaja generasi alay, melainkan orang pada umumnya, yaitu menuliskan salam: Assalamualaikum.

Okelah, mungkin kata ini tergolong panjang. Tapi dengan SMS yang sekarang semakin murah tarifnya, bahkan gratis, tentu bukan alasan untuk menyingkatnya agar irit karakter. Terlalu malas mungkin? Ayolah, salam ini kan doa. Masak kita mau mempermainkan doa, sih?

Ngaku deh, pernah menulis “Assalamualaikum” ini dengan singkatan menjadi “Ass”?

Wait, what? You call me an ass? Tahu kan, ass itu apa? Pantat. Iya, PANTAT!

Ada juga yang sedikit panjang singkatannya, menjadi “aslm” atau “aslkm”. Intinya menurut saya, malas. Kalau sekedar ingin cepat, buatlah template SMS yang sudah bertuliskan “Assalamualaikum” itu tadi supaya setiap kali kirim SMS tak perlu mengulang untuk mengetik.

Bagaimana dengan “Meqom” atau “Kum”? Pernah mendapatkan salam semacam ini di SMS? Mendapatkan salam-salam model begini, saya memilih untuk tidak menggubrisnya, mending langsung saja menanggapi isi SMS. Mudah-mudahan kita tidak termasuk orang-orang yang menyepelekan soal salam ini, ya.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s