Malu, suara saya jelek…

Besok audisi penyiar akan diselenggarakan. Hey, jangan membayangkan pesertanya akan membludak. Tahu apa jawaban mereka yang tidak mendaftar pada umumnya? Malu. Alasan lain, suara saya jelek.

Saya tak habis pikir. Bagaimana bisa mereka tidak punya rasa percaya diri seperti itu? Buktinya kalau yang diadakan adalah lomba menyanyi, lomba baca puisi, apalagi lomba untuk tampil di televisi, orang-orang berebut mendaftar. Bukankah perlombaan semacam ini justru membutuhkan rasa percaya diri yang lebih tinggi? Bagaimana mereka bisa begitu yakin kalau mereka betul-betul bisa bernyanyi atau berakting? Ditontoni orang lagi.

Ah, ya satu lagi. Komentar yang sempat saya dengar dari sumber yang dapat dipercaya, sebenarnya banyak orang yang takut jadi penyiar di Volare karena tidak bisa berbahasa Inggris. WHAT?! Memangnya ini radio adanya dimana, sih? New York? Volare memang satu-satunya radio di Kalbar yang mayoritas lagunya lagu barat. Tapi apa kalau siaran lantas mewawancarai My Chemical Romance, Lady Gaga? Oh, come on! All you have to do is pronounce song titles correctly! Sisanya ya standarlah, nama orang dan tempat asing tentulah harus disebutkan dengan tepat. Untuk itu semua, ada kamus dan ada Google.com yang bisa membantu mencarikannya,dan tentu, ada banyak orang yang bisa ditanya.

Saya merasa pilu mendengar alasan semacam ini. Sikap mental seperti ini mengingatkan pada kasus yang saya temui pada mahasiswa yang wajahnya merengut ketika diwajibkan mengirim tugas menggunakan e-mail. Atau ketika diberikan fotokopian bahan kuliah dengan banyak istilah bahasa Inggris, yang biasanya tidak akan mereka baca jika tidak dipaksa membuat ringkasan. Atau ketika menulis draft skripsi dengan istilah bahasa Inggris yang ditulis asal-asalan. Bukankah pembuat MS Word sudah menciptakan grammar and spelling correction yang otomatis akan menggarisbawahi kata-kata yang salah dengan warna merah?

Sungguh, saya tak habis pikir.

4 thoughts on “Malu, suara saya jelek…

  1. Hani aja percaya diri untuk melamar di Radio Volare walaupun bukan anak Bahasa Inggris malah sebaliknya anak Bahasa Indonesia….

    Tidak disangka ternyata saya diterima

    • Banyak yang lupa, sebenarnya bahasa ibu lebih penting. Soal bahasa asing, yang penting kemauan untuk belajar dan berani coba biarpun salah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s