Hak kucing

Iya itu foto Si Musang, tadi pagi dibawa berkunjung ke Klinik Hewan yang ada di Dinas Kehewanan dan Peternakan yang lokasinya di Jl. Adisucipto. Lumayan jauh dari rumah, sempat kuatir juga si Musang stres lalu pipis di mobil. Untungnya tidak, walaupun berisik mengeong sepanjang jalan. Jadi kepikiran beli kandang kecil supaya gampang kalau bawa-bawa kucing periksa lagi. Repot, kucing berjalan ke sana kemari di mobil. Kebetulan saja si Musang termasuk yang paling jinak. Bawa kucing yang lain belum tentu semudah itu, salah-salah begitu pintu mobil terbuka langsung kabur.

Keluarga kami sejak dulu adalah penyayang kucing. Ibu saya sudah piara kucing sebelum saya lahir dan kebiasaan ini terus berlanjut sampai saya juga punya anak. Alhamdulillah, penyakit toksoplasma yang begitu ditakuti oleh wanita hamil, tidak sampai bepengaruh terhadap kehamilan yang terjadi. Menurut saya sih, yang penting ketika berencana untuk hamil, jangan lupa periksa kesehatan dulu. Kira-kira ada apa tidak penyakit yang harus diobati terlebih dahulu. Jangan sampai keburu hamil baru sibuk makan obat. Kasihan calon bayinya.

Kucing yang kami pelihara bukanlah kucing mahal, selalunya kucing kampung biasa. Yang berawal numpang makan di rumah lalu beranak pinak hingga pernah kami memiliki hampir 20 ekor dalam satu waktu. Seleksi alam juga yang menentukan nasib mereka. Ada yang mati karena sakit, banyak juga yang hilang entah kemana. Dengan jumlah kucing yang banyak, terbatasnya bujet dan tidak ada yang mampu menyediakan waktu untuk mengurus mereka satu per satu, kucing kami jarang ada yang dapat perawatan dokter, apalagi divaksin, kecuali kalau sakit sampai enggan makan. Sempat juga, sih kami punya dokter langganan, namanya drh. Ginting, yang rumahnya cuma berjarak 3 rumah dari kami. Setelah beliau pindah rumah, terpaksa kalau ada apa-apa kami pergi rada jauh ke rumah drh. Abdul Manaf, yang kebetulan masih keluarga dekat. Sayangnya semenjak beliau jadi pejabat, ngga enak juga sering-sering ganggu soal kucing sakit. Atas sarannya juga kami jadi tahu ada Klinik Hewan yang buka setiap hari dan jam kerja di Dinas Kehewanan dan Peternakan.

Lantas ada apa dengan hak kucing? Iya, saya sedang ragu soal hak-hak kucing ini. Memang tadi Si Musang cuma diobati radang telinganya, tetapi kami sempat terpikir mau mengebiri dia. Alasannya? Supaya dia sehat dan panjang umur. Umumnya kucing jantan yang kami peliharan, usianya maksimal 3 tahun, lalu mati atau hilang. Itu pun dengan bentuk badan yang sudah tidak keruan, karena sering bertarung dengan kucing liar berebut daerah kekuasaan. Kucing yang dikebiri akan kehilangan birahi, sehingga dia tidak ikut musim kawin dan cenderung bertahan di dalam rumah ketimbang petantang-petenteng keliling area adu kuat dengan pejantan lain. Ini terbukti dengan kucing kami satu-satunya yang pernah dikebiri, Mile, mati setelah menginjak usia 10 tahun. Kalau di negara maju, vasektomi dan tubektomi untuk hewan peliharaan sudah biasa. Dokter di klinik juga menyarankan hal serupa.

Nah, terus terang saya tak tega untuk tiba-tiba saja menghilangkan kejantanannya. Beda dengan kasus Mile yang memang testisnya harus dibuang karena terluka parah. Dosa ngga sih, walaupun untuk tujuan baik? Ataukah mungkin saya perlu biarkan dia menikmati paling tidak satu kali musim kawin? Atau tunggu dia terluka dulu baru dioperasi? Atau biarkan saja seleksi alam menentukan umurnya? Hhhhh….

Iklan

2 thoughts on “Hak kucing

  1. kucing kan umurnya nggak panjang-panjang amat mbak, biarkanlah dia menikmati kejantanannya dan punya keturunan… ahahahahhaa

    serasa ahli kucing

    Suka

    • hiks, sayangnya kucing tak seperti manusia yang sekali melahirkan satu saja. sekali brojol 4, setahun 2-3x… waaaa…. bantuinlah ngurusnya….

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s