Baliho wajah pejabat dan slogan, satu lagi pemborosan uang negara

Melewati jalanan kota Pontianak belakangan ini, ada beragam baliho baru di sana sini. Maklum Pak Presiden mau datang, dan sudah datang kemarin. Sebenarnya tidak pas kalau disebut beragam. Pantasnya disebut seragam, dengan jumlah tak hanya satu atau dua. Kenapa seragam? Ya, karena seperti sudah saya singgung pada judul, isinya seragam: wajah pejabat dan slogan.

Dalam kuliah Public Relation, sering saya singgung mengenai ketidakefektifan baliho semacam itu. Apa tujuannya? Siapa khalayak sasarannya? Apa pesan yang mau disampaikan? Pahamkah masyarakat dengan hal-hal yang tercantum pada baliho? Tidak ada yang bisa menjawab. Namun nyatanya, pemasangan baliho semacam ini sudah menjadi tradisi. Dan menjadi-jadi sejak teknologi digital printing dikenal. Dulu, paling banter ada spanduk kain dengan slogan “mengawang-awang” yang dipasang di depan gedung-gedung pemerintah saat peringatan hari-hari nasional. Sekarang, bukan cuma wajah bintang film di baliho bioskop jadi persis dengan aslinya (dulu kan dilukis, ingat?) wajah para pejabat pun mulai nampang. Ah, ya, ngga hanya pejabat, sih. Banyak juga orang biasa yang ingin wajahnya dikenal agar dicentang di kartu suara pas musim pemilu/pilkada tempo hari.

Sungguh, saya menyayangkan sekali kebiasaan semacam ini. Ketimbang misalnya memasang baliho dengan gambar-gambar daerah tujuan wisata yang kurang jelas dan cuma bisa dilihat sekilas, lebih baik dananya dialokasikan ke pencetakan brosur. Apalagi hanya menampilkan wajah pejabat dengan tulisan semacam “Mari kita sukseskan Visit Kalbar 2010”. Oh, ya? Bagaimana cara menyukseskannya, Pak? Kasih tau, dong caranya.

Omong-omong, saya belum pernah melihat tumpukan brosur perjalanan wisata dan budaya di hotel-hotel dan bandara di sini. Selalunya dalam keadaan kosong atau tidak ada tempatnya sama sekali. Perbandingan sedikit, di Kuching, Malaysia, aneka jenis brosur wisata bisa ditemui dengan mudah di hotel-hotel, bahkan jauh sebelum Malaysia memulai kampanye Malaysia Truly Asia.

Atau mungkin sebaiknya dana dialokasikan untuk membangun papan petunjuk lokasi wisata di kabupaten-kabupaten. Papan petunjuk jalan saja kita jarang punya, lho. Jangankan di luar kota, di dalam kota sama saja. Saya ingat pengalaman sekitar 2 tahun lalu, sudah lama tak ke pantai, ingin berkunjung ke Pantai Kijing di Mempawah. Kami sampai bolak balik 3 kali melewati lokasi karena petunjuk warga setempat kurang jelas. Bukannya kami tak pernah ke sana, tapi karena tak satupun petunjuk yang bisa diandalkan. Kami yang orang Kalbar saja kesulitan, bagaimana dengan wisatawan?

Jadi, apa sih, sebenarnya tujuan memasang foto dan slogan? Agar masyarakat menilai bahwa mereka yang wajahnya terpampang itu punya kepedulian terhadap slogan-slogan yang tertulis di dekatnya? Pencitraan sesaat yang tak ada gunanya. Alangkah lebih baik jika sama-sama memikirkan aksi apa yang perlu dilakukan agar tujuan kegiatan sampai ke sasarannya.

Contohnya, nih, ceritanya kan, Pak Presiden ke Pontianak ini di antaranya dalam rangka Bulan Bakti Gotong Royong Nasional. Nah, yang terdengar oleh masyarakat pada umumnya hanyalah kehebohan persiapan yang dilakukan untuk penyambutan dan seremonialnya. Peserta SMNPTN pun harus berangkat lebih pagi supaya jalan menuju tempat tes tak keburu ditutup petugas yang mau mengamankan jalanan. Lantas, kegiatan/program apa saja yang hendak dijalankan pemerintah dalam rangka terus menghidupkan gotong royong dalam masyarakat malah tak terdengar. Saya coba cari-cari di media online, yang ada di pemberitaan cuma masyarakat gotong royong bersih-bersih menyambut SBY hehehe…

3 thoughts on “Baliho wajah pejabat dan slogan, satu lagi pemborosan uang negara

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s