Musik digital: beli atau cari gratisan?

Pernah dengar Record Store Day? Itu adalah hari yang diperingati setiap tahun untuk merayakan eksistensi toko musik independen di Amerika Serikat dan ratusan toko lainnya yang berpartisipasi di seluruh dunia. Dimulai sejak tahun 2007, dan setiap tahunnya secara eksklusif menjual rilis baru/rilis ulang/rilis spesial dari para artis yang berpartisipasi. Keprihatinan terhadap nasib toko musik memang semakin meluas belakangan ini seiring dengan pergeseran budaya membeli musik. Yang semula berkunjung ke toko untuk membeli album secara fisik, kini tinggal mengunduh lagu yang disukai melalui toko online. Yang masih bertahan membeli album fisik pada umumnya masuk dalam kategori kolektor. Ngga sah kalau ngga pegang langsung album artis favorit dan membolak balik sampulnya saat mendengarkan lagunya.

Pergeseran cara mendengarkan musik menjadi versi digital juga terjadi di Indonesia. Bedanya, seperti halnya produk digital lain semacam perangkat lunak dan film, penikmat musik di Indonesia tak banyak yang peduli apakah lagu yang ia dengarkan didapat secara legal atau tidak. Ada beberapa alasan yang mungkin menjadi penyebab orang kita enggan belanja musik di toko online. Pertama, umumnya transaksi online membutuhkan pembayaran menggunakan kartu kredit atau setidaknya layanan paypal yang belum familiar dan masih dianggap tak aman oleh sebagian besar masyarakat kita. Kedua, akses internet terbatas. Tak semua orang punya kesempatan untuk mengunjungi toko musik online dan memilih-milih isinya. Ketiga, kendala bahasa. Toko musik online pada umumnya menggunakan bahasa Inggris, membuat mereka yang pas-pasan bahasa Inggrisnya enggan mengambil resiko jika salah menafsirkan. Keempat, memang tak punya kepedulian. Pokoknya suka lagunya, unduh saja dari internet, atau salin dari harddisk teman. Kelima, minim informasi. Tak banyak yang tahu kemana harus membeli musik online, bagaimana tata caranya, dll. Ada lagi?

Okelah, itu mungkin dalam konteks membeli musik dari artis luar negeri. Bagaimana dengan nasib musisi dalam negeri dan para distributornya? Silakan hitung, tinggal berapa toko musik yang tersisa di kota Anda masing-masing. Syukur kalau masih ada. Biasanya yang tersisa adalah toko yang tergolong chain store, punya banyak cabang di berbagai kota seperti disctarra. Lainnya, satu persatu gulung tikar. Sering pula mungkin kita membaca keluhan musisi atas pembajakan karya-karya mereka dan cuma bisa berharap pada pemasukan dari RBT dan konser-konser di daerah ketimbang penjualan album.

Adik saya pernah berkomentar, hal paling menyakitkan bagi musisi yang sedang mempromosikan lagu barunya adalah ketika menerima pertanyaan “bisa di-download dimana?” Tanpa penjelasan lebih lanjut, pertanyaan tersebut tentulah mengacu pada unduhan gratisan hehehe…

Secara teknologi, saya yakin sebenarnya tak ada masalah bagi kita untuk membeli musik secara online. Satu portal online yang saya ketahui menjual musik Indonesia dalam bentuk digital adalah langitmusik, yang tahun ini usianya menginjak tahun kedua. Masalahnya adalah pada kemauan. Orang kita cenderung berpikir, kalau ada yang gratis, ngapain beli? Ketiklah kata kunci nama penyanyi dan lagu dari artis Indonesia, maka yang akan memenuhi halaman-halaman hasil pencarian adalah tautan yang memberikan unduhan mp3 gratisan. Ini juga yang sering mengesalkan saya jika tengah membutuhkan informasi mengenai artis dalam negeri, berharap dapat tautan situs resmi, ketemunya lagi-lagi situs unduh mp3 gratis.

Sebenarnya membeli musik secara online itu lebih hemat, lho. Karena kita bisa membeli hanya satu lagu yang kita sukai tanpa dipaksa membeli seluruh album. Sering ada penawaran khusus pula. Bahkan, kalau sudah bosan, bisa dijual lagi! Ngga percaya? Saya juga baru tahu, ada situs yang melayani jual beli musik yang pernah dibeli sebelumnya, secara legal, di ReDigi. Interesting, eh?

Nah, satu hal jadi terpikirkan oleh saya, mungkin ngga sih toko musik biasa yang menjual album secara fisik juga menjual musik digital? Toh, sudah ada operator seluler yang memberikan fasilitas mengunduh musik langsung dari ponsel. Bagaimana dengan kemudahan membeli di toko, semudah kita membawa flashdisk untuk menyalin lagu dari harddisk teman? Urusan teknis dan security aplikasi tentulah orang IT yang lebih tahu. Saya pikir ini bisa menjadi satu peluang bisnis, ketika membeli musik digital tak harus selalu terhubung dengan internet, dan toko musik tak perlu gulung tikar karena tak mampu bersaing dengan bisnis musik digital. Sesederhana konsep membeli pulsa ponsel yang tadinya harus menggunakan voucher fisik, yang kini bisa dilayani secara eletronik dimana saja. Mungkinkah?

Iklan

3 thoughts on “Musik digital: beli atau cari gratisan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s