Salah satu rutinitas pagi: cebokin anak (^0^)

Pagi ini kita omong jorok dikit, ya. Hehehe…

Salah satu rutinitas pagi yang kadang rasanya ingin dihindari adalah membersihkan sisa BAB. Namanya anak-anak, tidak sabar jongkok atau duduk di jamban. Maunya cepat-cepat selesai untuk bermain kembali. Padahal sebenarnya hasrat untuk buang air belum selesai. Walhasil satu anak bisa bolak balik minimal dua kali ke WC. Belum lagi kalau tinjanya encer dan mereka kebelet lalu menempel di celana… Duh!

Kadang-kadang kalau sedang betah nongkrong di kloset, si Adik senang berkomentar aneh-aneh. Misalnya mengomentari warna atau bentuk tinjanya. Atau bertanya, “Bisa ngga eeknya warna pink?” Hehehe…

Dipikir-pikir kalau sudah jadi orang tua, rasa jijik dengan hal seperti ini menghilang dengan sendirinya. Dulu tak terbayang rasanya harus berurusan dengan hal-hal kotor seperti ini setiap hari. Mungkin di antara pembaca blog ini yang masih lajang ada yang berpikir untuk menyerahkan tugas kotor ini ke pengasuh anak atau neneknya. Ayo, deh, ngaku! Heheheh…

Tapi yakinlah, kalau nanti mengalami sendiri, seperti saya tadi bilang, perasaan jijik itu akan hilang. Ya… merasa kebauan dan terkadang kesal tetap pasti ada. Tapi rasa sayang dengan anak pasti akan menghilangkan rasa enggan untuk bertanggung jawab atas mereka.

Jangankan dengan anak sendiri, dengan kucing-kucing peliharaan, saya tak keberatan sama sekali membuang kotoran mereka.

Jadi, sudahkah siap merasakan kerepotan pagi semacam ini?

 

2 thoughts on “Salah satu rutinitas pagi: cebokin anak (^0^)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s