Sedikit tentang saya

Ngapain juga buat posting judul begini? Bukannya sudah ada penjelasan di sini? Bukan berniat mau narsis atau terlalu pede ngerasa banyak yang ingin lebih tahu soal saya, melainkan karena ada pesanan khusus dari Hani, yang hari ini berulang tahun. Baiklah, mari mulai.

    1. Jauhkan saya dari angka-angka! Sejak dulu saya selalu mengalami kesulitan menghitung. Entah itu menghitung uang atau rumus matematika. Tapi memang Allah Mahaadil, saya dipertemukan dengan suami yang lulusan jurusan matematika hahahaha….
    2. Forgetful me. Salah satu cerita soal lupa bisa dibaca di sini. Mudah-mudahan saya belum pikun. Capek juga ditanyai suami tiap hari karena SMS-nya ngga dibalas gara-gara ponsel saya entah dimana. Jadi kalau saya punya janji lantas tak ditepati, tolong ya diingatkan. Besar kemungkinan saya lupa.
    3. Saya menyukai binatang, terutama kucing. Sekesal apapun, dengan mengelus-elus kucing, rasa kesal bisa langsung mereda. Saya betah menonton dokumenter di Animal Planet atau NatGeo Wild seharian. Saya bisa terharu berkaca-kaca menyaksikan Dog Whisperer episode kembalinya anjing peliharaan korban Badai Katrina ke majikannya, tanpa pernah merasakan keharuan yang sama ketika melihat adegan perjumpaan keluarga manusia yang lama terpisah di televisi.
    4. Saya tidak suka anak-anak. Walaupun saya sudah punya dua, tapi hal ini tidak mengubahnya. Sebagian teman dekat sudah tahu ini, dan cukup takjub ketika tahu saya mengurus anak tanpa menggunakan jasa pengasuh. Saya rasa perlu mengungkapkan ini supaya kenalan baru bisa mafhum kalau saya terlihat tidak bereaksi apalagi berinisiatif mengajak main anak-anak mereka. Tetapi saya dengan senang hati akan melayani obrolan tentang anak-anak untuk berbagi pengalaman sebagai seorang ibu.
    5. Saya bukan wanita feminin. Saya tidak suka sepatu hak tinggi, pakai kebaya atau gaun. Saya tak pintar dandan dan memakai jilbab kain yang dipeniti sana sini itu. Saya tak suka Disney Princess apalagi Barbie. Saya menyukai film horor dan jenis musik yang kebanyakan lebih disukai laki-laki. Saya lebih suka minum langung dari botol tanpa sedotan. Saya tidak berjalan perlahan, dan duduk tak bisa rapi. Saya tak mengerti dengan perempuan yang mengoleksi banyak sepatu dan tas. Saya pilih warna hitam ketimbang pink. Saya sering berbicara dengan suara keras dan selalu kesulitan untuk bersikap lemah lembut. Dipikir-pikir, kasihan juga suami saya hehehe…
    6. Saya orang radio. Saya lahir di lingkungan radio siaran dan mulai bersiaran sejak duduk di kelas 1 SMA sampai sekarang. Bedanya sekarang hanya punya jatah seminggu sekali. Walaupun sudah punya kegiatan mengajar, saya tidak bisa meninggalkan dunia yang terlanjur menjadi bagian hidup. Banyak yang tanya, punya radio kenapa ngga buat televisi sekalian? Lah, untuk apa?
    7. Saya suka makanan pedas. Sempat bersekolah 5 tahun di Jogja memang melatih lidah saya menyukai makanan manis, tetapi bukan berarti mengubah selera saya. Bahkan saya bekal sambal botol ekstra pedas saat bersekolah di Malaysia karena sambal botol di sana cenderung manis. Jadi, kalau ingin menraktir saya, jangan ngajak makan gudeg atau semur ya!
    8. Saya pemalu dan penyendiri. Pasti banyak yang ngga percaya, deh. That’s fine. Asal jangan kecewa aja kalau saya ngga mau diajak masuk organisasi, tak berminat ikut arisan atau kumpul-kumpul lainnya. Ngga bisa bantu jualan barang-barang dari butik ibu saya, karena ngga sanggup hadapi calon pembeli yang banyak nawar dan ngeritik ini itu. Banyak yang nyangka saya sombong. Padahal seringnya takut salah ngomong dan ngga punya topik buat ngobrol, makanya lebih milih diam. Tapi kalau ada yang butuh curhat, saya siap, lho!
    9. I love the smell of morning air, especially when it rains. I’m a morning person. Sehabis shalat Subuh, ngga tidur lagi. Saya kurang suka begadang, apalagi tidur terlalu larut. Tetapi seringkali saya tak punya pilihan lain. Siang hari waktu tersita mengasuh anak, dan komputer juga sering dipakai mereka bermain. I need the “me time”. Jadi apa boleh buat, kalau kerjaan sedang banyak, atau sedang ingin menulis blog, browsing, dll, waktunya cuma di larut malam.
    10. Menolak tinggal di Jakarta. Saat lulus kuliah, sebagian besar teman saya berkarir di Jakarta dan akhirnya lanjut berkeluarga di sana. Saya memilih pulang kampung. Alasan awalnya sih, karena ingin meneruskan usaha orang tua. Tetapi ketika suami sempat mengajak bermukim di sana sekitar setahun, saya tak betah. Melelahkan.
Oke, selesai sudah. Susah juga ternyata memilih 10 hal tentang saya yang pantas dibukakan ke publik, hehehe….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s