Jangan stres dengan ujian skripsi!

Tegang ya, hadapi ujian skripsi? Wajar. Ujian skripsi kan bukan sesuatu yang bisa diulang.

Cuma masalahnya, mahasiswa kerap kali keliru mempersepsikan persiapan ujian skripsi. Ujian skripsi tidak sama dengan ujian semester. Bahan ujian semester berasal dari dosen, sedang bahan ujian skripsi berasal dari kita sendiri. Jadi, sebenarnya mempersiapkan diri untuk ujian skripsi itu sudah dimulai sejak kita mempersiapkan skripsi itu untuk ditulis.

Begini maksudnya. Saat seseorang memikirkan hendak meneliti apa untuk skripsinya, dia harus mempersiapkan proposal skripsi yang berisikan tetek bengek semacam perumusan masalah, pembatasan masalah, metode penelitian, cara pengumpulan data, dll. Lucunya, kebanyakan mahasiswa (yang kebetulan ujian dengan saya, mudah-mudahan faktanya tidak banyak yang seperti ini) sekedar menyalin mentah-mentah dari skripsi senior-seniornya di perpusatakaan. Mereka tidak mampu memahami dan menjelaskan mengapa memberikan batasan masalah yang demikian, apa alasan memilih metode penelitian tertentu atau justru bingung ketika ditanya mengapa judul tak sinkron dengan perumusan masalah. Nah, kalau dari proposal skripsi saja seseorang sudah tidak bisa mempertanggungjawabkan tulisannya, dijamin deh, pas ujian skripsi juga bakal banyak bengongnya.

Intinya, saat ujian skripsi itu, hal-hal utama yang akan dinilai penguji adalah seberapa bisa si mahasiswa ini menjelaskan isi tulisannya, seberapa bisa dia mempertahankan isi skripsinya (tanpa harus debat kusir yang membuat dirinya malah terlihat konyol) saat dikritisi dan tentu saja, apa yang ditulis harus berdasarkan fakta yang diteliti sendiri oleh si mahasiswa. Bukan sekedar copy-paste skripsi lama. Sama aja kali dengan plagiat.

Ada beberapa hal lucu dan absurd, miris sebenarnya, yang saya ingat dari satu di antara beberapa ujian skripsi yang saya hadiri.

Penguji: “Daftar pustaka kok nulisnya begini? Mana nama depan penulisnya?”

Mahasiswa: “Begini, Bu… Waktu itu saya ada tanya dengan yang jaga perpustakaan di S2. Katanya nulisnya begitu.”

WTF?! Ini karya ilmiah, Bung! Baca buku, dong! Bukan berhenti di penjaga perpustakaannya saja. Masuk ke dalam!

Penguji: “Buat apa kamu cantumkan SK Walikota di tengah-tengah skripsi begini? Diketik manual pula. Kalau memang ada yang penting, cukup dikutip saja. SK-nya taruh di lampiran.”

Mahasiswa: “Ya, kan biar jelas peraturannya, Bu.”

Penulisan skripsi harusnya memberikan pencerahan dan informasi baru untuk pembacanya. Bukan malah disuruh mikir!

Penguji: “Saudara tidak mengedit sendiri skripsi ini? Kok berantakan? Font-nya tidak sama, ada besar kecil, marginnya lebar sekali ini. Biar kelihatan banyak ya isinya?”

Mahasiswa: “Sudah, Bu. Cuma ngga tahu kenapa tuh begitu orang rental-nya nge-print. Kan rame, Bu, banyak yang antri jadi harus cepat-cepat.”

Jawaban macam apa itu? Menyalahkan orang lain atas kemalasan diri sendiri?

Penguji: “Kenapa ini tiba-tiba ada sub bab mengenai agama dan kepercayaan? Saudara kan sedang membahas terminal, bukan penduduk.”

Mahasiswa: “Saya kan ada lihat skripsi senior, Bu. Dia ada pakai itu… “

Ngaku juga dia, copy paste.

Penguji: “Siapa penanggung jawab yuridis skripsi Saudara?”

Mahasiswa: “Mmm…. (bingung). Pak XXXX (menyebut dosen pembimbing utamanya).”

Penguji: “Coba buka skripsimu, lihat halaman depan itu. Baca, siapa penanggung jawabnya.”

Mahasiswa: “Saya, Bu… (malu).”

See? Dia sendiri tidak tahu apa yang dia tulis.

Saya yakin, kalau semua mahasiswa mengerjakan sendiri tulisannya, mencoba memahami apa yang dia tulis, wajah para penguji pasti sumringah. Bangga dengan mahasiswa yang menulis karyanya sendiri.

Tak usah sibuk cari pinjaman jas untuk dipakai saat sidang. Prihatin saya lihat mahasiswa dengan jas pinjaman kedodoran duduk berkeringat di ruangan yang AC-nya mati. Mahasiswa cukup tampil rapi, sopan dan… tidak bau.

Iklan

2 thoughts on “Jangan stres dengan ujian skripsi!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s