Orang celaka, kok ditonton?

Ketimbang membaca portal berita, saya lebih suka membuka dashboard saya di tumblr. Akun tumblr yang saya ikuti banyak memberikan tautan berita menarik yang seringkali lebih cepat kabarnya sampai dibandingkan akun twitter media. Ah, tapi saya bukannya mau ngomongin tumblr kok. Tapi salah satu berita yang saya dapatkan, yang terjadi di Cina, kemarin.

Seorang balita perempuan berusia 2 tahun, ditabrak mobil dan ditinggalkan begitu saja dengan kondisi berlumuran darah oleh si pengendara. Ya, dia tahu kalau dia menabrak. Tragisnya lagi, tak seorang pun dari 18 orang yang melewati si anak malang berbuat sesuatu, bahkan mereka berusaha menghindarinya seperti melihat bangkai tikus. Baru orang ke-19 yang mendekati korban. Si anak masih dalam perawatan di rumah sakit karena kondisinya yang kritis. Berita selengkapnya, berikut video yang terekam oleh kamera keamanan, bisa diliihat di sini.

Kok bisa begitu teganya ya orang-orang… Dan akhirnya saya baru paham kalau hal semacam ini merupakan fenomena psikologi sosial yang disebut bystander effect atau Genovese syndrome. Dalam wikipedia, sindrom ini didefinisikan sebagai

a social psychological phenomenon that refers to cases where individuals do not offer any means of help in an emergency situation to the victim when other people are present.

fenomena psikologi sosial yang merujuk pada kasus-kasus ketika para individu tidak menawarkan bantuan apapun kepada korban dalam suatu situasi darurat saat orang lain hadir.

Hmmm… Mereka pikir toh ada orang lain, itu bukan urusan mereka? Fenomena menarik sekaligus membuat hati miris. Lebih lanjut soal sindrom ini dan penelitian yang pernah dilakukan atasnya bisa dibaca di sini.

Jadi kepikiran kondisi lain yang serupa tapi tak sama.

Sering ya, kita lihat kemacetan lalu lintas gara-gara ada kecelakaan. Sebenarnya sih, bukan kecelakaannya yang bikin macet, tetapi penonton! Kasus serupa sering juga kita ketahui dari media massa, kesulitan tim pemadam kebakaran mencapai lokasi dan mengambil air karena ramainya orang menonton, bukan menolong!

One thought on “Orang celaka, kok ditonton?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s