Suka nonton serial televisi?

Pernah dengar istilah TV junkie? Potato couch, mungkin? TV junkie adalah sebutan untuk orang yang kecanduan nonton televisi. Ya, kecanduan bisa dengan apa saja. Termasuk nonton televisi. Sedangkan istilah potato couch (potato = kentang, couch = sofa) muncul karena kebiasaan orang nonton televisi sambil duduk bahkan tiduran di sofa lengkap dengan cemilan keripik kentang.

I’m not any of them. Tetapi saya suka nonton serial televisi, bahkan lebih menyukainya ketimbang film layar lebar. Ada semacam keakraban yang terjalin dengan sang tokoh yang disambangi tiap pekan di layar kaca. Kalau film layar lebar kan, habis sekali itu saja. Paling-paling ada sequelnya. Menjadi remaja era di awal 90an menjadikan saya fans 21 Jump Street, yang dibintangi Johnny Depp, jauh sebelum dia mulai digilai wanita gara-gara perannya di layar lebar. Cuma sayangnya, dengan kemunculan sinetron di pertengahan 90an, sudah semakin sedikit minat televisi nasional membeli hak siar serial asing. Untunglah kemunculan televisi berlangganan mengobati kekecewaan itu.

Kebanyakan teman saya, kalau nonton film, kalau ingin yang gratisan, unduh dari Internet. Kalau malas menyimpan, streaming juga bisa jadi pilhan. Tetapi nonton serial di televisi berlangganan sebenarnya lebih enak ketimbang di Internet. Ada teksnya sih. Kalau ngga ada teks, nontonnya harus konsentrasi penuh biar bisa nangkap isi dialog hehehe….

Ah, jadi inget, pernah dulu saya coba ngelamar kerja ke PH yang ngerjain subtitle (teks terjemahan). Waktu itu saya masih tinggal di Jakarta Saat menempuh perjalanan menuju lokasi interview, semangat sudah hilang sepertiganya. Jauh sih dari rumah, hehehe… Tak lama menunggu, saya dipanggil juga. Sang pewawancara, setelah membaca CV saya, ternyata malah lebih banyak tanya soal keluarga.Tahu saya lagi hamil muda dan suami masuk 5 hari kerja, saya langsung melihat ekspresi wajah yang seolah-olah bilang “Kamu ngga akan sanggup!”

Lantas dia bilang begini, “Di sini 6 hari kerja, lho. Suami bakal ijinkan ngga?”

Saya sih mengiyakan aja, walaupun tahu bukan itu faktanya. Dan… perbincangan selanjutnya terasa seperti basa-basi saja. Seperti diduga, panggilan kedua tak muncul. Kalau menurut suami saya, salah satu faktornya adalah kesalahan saya menulis isi CV. Overqualified juga bisa membuat calon tempat kerja enggan menerima karena biasanya yang semacam ini ngga akan betah dan akan menutut lebih. Ya, mungkin benar juga. Kalau saya yang jadi pewawancaranya, saya juga ngga akan menerima seseorang yang kondisinya seperti saya tempo hari, apabila ada kandidat lain yang dianggap kondisinya lebih kooperatif dengan kebutuhan perusahaan.

Apakah yang seperti ini diskriminatif?

One thought on “Suka nonton serial televisi?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s