Bercelana panjang ke sekolah, harusnya sejak dulu!

Ketika hendak mendaftarkan si Abang ke SD-nya, awal Juni lalu, saya baru tahu kalau sekolahnya sudah menerapkan celana panjang untuk semua siswa, baik lelaki dan perempuan. Ah, kenapa ngga dari dulu, ya?

Sedikit kisah lama, saya masih bisa mengingat kelakuan salah seorang teman perempuan saya saat SD, iseng menyingkap rok temannya lalu mencoba melorotkan celana dalamnya. Walaupun tak kebagian dikerjai, sempat membuat saya trauma dan sejak itu selalu berusaha melapisi rok dengan celana selutut. Masih segar pula di ingatan saya, kegiatan iseng anak-anak lelaki di kelas saat SMP, membuka papan lantai kayu lalu turun ke bawah hanya untuk mengintip isi rok anak-anak perempuan dari celah-celah papan. Ah, ya, sekolah kami struktur bangunannya rumah panggung, memungkinkan orang dewasa masuk ke bawah lantai. Tentulah, hanya saya yang selalu memakai bicycle pants ke sekolah yang selamat dari kekurangajaran mereka. Dan… jangan lupa trik nakal mereka, memasang rautan pensil yang bagian belakangnya cermin di ujung sepatu, lalu pura-pura ngobrol dengan anak perempuan, padahal mengintip celana dalamnya :|

Belum lagi siksaan rok span yang menyulitkan gerak saat naik sepeda atau motor. Lucunya, malah sempat tren, anak-anak perempuan justru memendekkan rok mereka :| Dan saya pun terkaget-kaget ketika tinggal di Yogyakarta menyaksikan anak sekolah memakai rok span dengan enaknya duduk mengangkang di jok belakang motor. Padahal saya tahunya, kalau pakai rok sempit, ya duduk menyamping. Saya tak bisa membayangkan, kalau seandainya motor oleng atau terjadi kecelakaan, bagaimana caranya melompat menyelamatkan diri?

Jadi, ketika beberapa tahun lalu beberapa SMA di kota saya mulai memberlakukan rok lipit panjang ke sekolah, sungguh melegakan. Saya kurang tahu juga, apakah memang ada kebijakan baru dari Departemen Pendidikan ataukah memang kebijakan sekolah yang bersangkutan. Yang jelas semakin banyak sekolah yang menerapkannya.

Untuk SD, pilihan celana panjang, sepertinya melihat kepraktisan agar anak-anak yang berada dalam usia aktif ini bisa bergerak bebas. Poin plus lainnya, kekuatiran anak-anak mudah digigit nyamuk pun sedikit berkurang :)

Tak hanya anak SD, ternyata anak TK pun sudah bercelana panjang! Saya baru tahu ketika menjemput si Adik dari sekolah, melihat anak-anak baru, lelaki dan perempuan sama-sama bercelana panjang. Seandainya kebijakan bercelana panjang ini sudah diberlakukan sejak tahun lalu, tak repot memakaikan celana selutut (yang rada susah didapatkan) di balik rok si Adik yang sudah diajari untuk malu. Terus terang saya risih melihat teman-temannya memanjat aneka permainan di halaman sekolah dan duduk bersila di kelas dengan celana dalam tampak begitu jelas.

Bercelana panjang ke sekolah, harusnya sejak dulu!

One thought on “Bercelana panjang ke sekolah, harusnya sejak dulu!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s