Home

Di depan rumah saya ada ruko gres yang siap ditempati. Sejak sedang dibangun, ada seekor anjing penjaga yang diikat di pojokan. Oleh anak saya yang bungsu, ia dipanggil Bibo. Sesekali Bibo lepas dari lantainya lalu kasak kusuk cari makan. Termasuk ke rumah saya yang kadangkala masih tersisa nasi di piring kucing. Pernah, Bibo terlihat gembira memboyong sepotong kaki sapi sisa sop.

Pagi ini ada yang beda.

Bibo tidak berada di teras ruko, tapi diikat di tangga kayu bekas tukang cat, duduk beratapkan langit yang tengah mencurahkan hujan. Saya tersadar, itu posisi yang sama dengan kemarin pagi saat saya menaburkan pupuk di bougenville depan rumah.

Hujan memang tidak berlangsung lama, namun panas terik siang harinya begitu menyiksa. Saya tak tahan lagi melihat kesengsaraannya, karena tak tampak ada yang memberinya makan atau minum. Tak pula bisa mencari sendiri karena lehernya terikat erat. Siang itu suami saya mengajak anak-anak memberi makan sekedarnya dan semangkuk air minum.

699842963

Maghrib menjelang, hujan turun lagi. Tak ada tanda-tanda Bibo akan dipindahkan posisinya, apalagi diberi makan minum. Sesekali terdengar ia menggonggong. Mungkin kedinginan? Secercah harapan muncul ketika terlihat dua motor diparkir di teras ruko. Tampaknya itu penjaga malam ruko. Tetapi… kok mereka malah asyik duduk-duduk merokok sambil memainkan ponsel? Sementara hujan turun semakin deras…

Saya merasa begitu gelisah dan sedih tapi tak berdaya. Saya betul-betul tak habis pikir, kenapa kok ya tega orang memperlakukan binatang semena-mena. Anjing biar kata orang liurnya najis, juga makhluk Allah. Anjing bukan katak yang suka cita menyambut turunnya hujan. Bukan pula benda mati seperti gembok pintu yang bisa ditinggalkan di bawah panas dan hujan hingga berkarat. (T_T)

Pukul 9 malam terasa begitu lama, hingga akhirnya suami saya pulang. Diminta untuk meneduhkan Bibo, ia agak keberatan. Terus terang dia merasa takut harus berhadapan dengan seekor anjing yang mungkin saja tiba-tiba menggigit, atau lepas dan lari. Sambil mengumpulkan keberanian, dia mengajak penjaga malam yang bekerja di rumah untuk memindahkan si anjing. Alhamdulillah ya, ketemu dengan Bang Poltak yang sebenarnya harus langsung siaran, namun mendengar kisah si anjing yang terlantar, ia bersedia membantu.

Dibantu paha ayam sebagai umpan, proses menggeser tangga kayu yang menahan rantainya berlangsung singkat dan mulus. Mungkin karena timbul empati pada nasib si anjing, Bang Poltak berniat mengelus kepalanya, dan digigit!  (╯︵╰,) Tak mau ambil resiko, ia langsung memeriksakan lukanya ke rumah sakit. Untunglah beliau baik-baik saja.

Tadinya jinak, kok terus galak? Teringat dalam banyak episode reality show mengenai penyelamatan hewan , tingkah laku anjing adalah refleksi pemeliharanya, dan bagaimana ia diperlakukan. Sebagai anjing penjaga,  yang ada hanya kecurigaan jika ada yang berusaha menyentuhnya. Ia baru tampak bersemangat saat ada yang memberinya makan. Tak lebih. Membayangkannya jinak seperti Hachiko dan kisah-kisah anjing lainnya di film, rasanya terlalu berlebihan, karena tampaknya ia memang tak pernah dirawat penuh kasih sayang (´_`。)

—–

Apa kabar Bibo ya, malam ini?

Pagi tadi hanya sempat melewatinya karena terburu-buru harus pergi. Siangnya, sempat terdengar menggonggong berkali-kali, namun ketika akhirnya sempat menjenguknya, Bibo keburu menghilang. Kemana? Entahlah, mungkin dibawa pergi oleh sang pemilik, lepas, atau justru dikurung di ruko kosong. Hanya terdengar sayup-sayup suaranya.

Saya tak sehebat dan penuh dedikasi seperti para sukarelawan dalam acara televisi seperti Rescue Ink, Animal Cops, atau Dog Whisperer yang seringkali membuat emosi saya seperti diaduk-aduk. Mungkin sesekali kami bisa memberinya makan. Saya cuma bisa berharap, Bibo, dan binatang peliharaan lainnya bisa diperlakukan lebih baik, selayaknya hewan yang mendedikasikan hidupnya untuk sang pemilik, sebagai makhluk hidup, dan sebagai makhluk ciptaan Tuhan.

7 thoughts on “Cuma anjing?

  1. kalo gak diajak sused gak tau saya bibo semalang itu, rantai di lehernya kayaknya nyiksa lah. meski bukan pecinta binatang, tapi kasihan juga ngeliat si Bibo yang malang. :(

  2. Sekitar dua bulan terakhir, Bibo sama sekali tidak pernah ada yang memberi makan/minum. Saya juga tak paham kenapa ia ditinggal begitu saja setelah pembangunan ruko usai. Ia ditinggal terikat rantai, gelap saat malam karena ruko tak dinyalakan lampunya. Ia makan, minum, tidur dan buang air di tempat yang sama. Setiap hari. Setiap malam. Panas dan hujan.

    Seandainya ada yang mau mengadopsinya tolong kabari saya. Saya siap bertanggung jawab kalau pemiliknya menanyakan.

  3. Hmmmm dapat BBM dr pak jery, kirain anak bayi,, :D buka link lalu baca tulisan ini.. Tersentuh rasa kasihan.. Tp bingung apa ya solusinya?
    Cuma Anjing? Yah meski cuma anjing tak pantas dong diperlakukan dan dibiarkan terlantar, paling tidak dibiarkan bebas tanpa belenggu, agar bisa cari makan & tempat berteduh sendiri..
    Makasih udah share, smoga si Bibo segera ada yg “menyantuni” lebih lanjut :D
    Link tulisan ini sudah saya forward ke teman yg ada dikontak, teman2 chines yg pencinta dan kebetulan memelihara anjing, siapa tau dia ada solusi atau bahkan mau mengadopsi. Amin.
    Semangat BIBO! :D

  4. Mba, coba hubungi komunitas penyanyang hewan setempat.. Atau bisa mention ke Mas @doniiblis @AlberthieneE @jaandomestic atau @LetsAdoptInd seneng baca artikel ini Mba, happy bgt rasanya makin banyak yg perduli dengan Hewan.

    Salam Kenal,
    Dita.

    • Hehehe… di sini belum ada yang secara khusus punya kasi kayak Garda Satwa gitu. Rata-rata berbasis hobi, terus ada juga sebagian karena gengsi berhubungu punya piaraan ras tertentu.
      Jadi yaaa… apa boleh buat, swadaya saja dengan bantuan teman-teman dekat :)

    • Terimakasih sudah mampir ke blog saya. Semoga ya, makin banyak orang yang sadar kalau hewan juga makhluk ciptaan Tuhan yang pasti ada maksud dan tujuannya diciptakan di muka bumi ini :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s