Ter-besar dan ter-lengkap!

Namanya berpromosi, sebenarnya wajar jika sedikit melebih-lebihkan. Sedikit saja, lho. Kalau terlalu banyak, sudah bohong namanya.

Ceritanya, saya siang tadi berkunjung ke pameran komputer yang konon katanya, terbesar dan terlengkap. Semula saya enggan, karena suami saya yang pernah berkunjung ke pameran sejenis, mengeluh, pameran komputer kok isinya laptop Acer semua. Tapi dia juga yang mengajak, dengan alasan iseng-iseng mengisi kegiatan hari Minggu. Baiklah, saya ikut.

Begitu masuk, stand pertama, jualan kamera. Lho? Okelah, kan kamera digital, jadi ada hubungannya juga dengan komputer.

Lirik kiri kanan… hmmm… lebih banyak yang jual aksesoris. Tas laptop, ah, ngga ada yang menarik.  Komputernya ya… ada sih, beberapa merk laptop. Acer, Asus, Toshiba, Axioo… Acer, Asus, Toshiba… Eh, sama? Penasaran saya berkeliling, tetapi tak nampak  ada alternatif lain. Ada juga beberapa merk tablet yang sedang gencar berpromosi. Sayang, kurang menarik.

Begini nih, yang terbesar dan terlengkap? Mending datang langsung ke toko, kali.

Jadi ingat cerita adik saya yang berburu PC monitor di pameran sejenis beberapa waktu lalu. Tak satu stand pun yang sedia monitor! Malah disuruh datang langsung ke toko. Begini nih, yang terbesar dan terlengkap?

Ada apalagi ya… Ah, ya ada printer  Epson yang mengusung konsep tanki tinta dengan berbagai warna yang bisa diisi ulang sesuai kebutuhan warna yang habis. Sudah lama lihat iklannya, baru tadi nemu bendanya. Lumayan mahal untuk ukuran printer rumahan. Iseng-iseng suami saya bertanya ke penjaga stand mengenai kecocokan printer tersebut dengan sistem operasi Mac. Ternyata tak seorang pun bisa menjawab! Padahal di brosur tertera penjelasan di daftar spesifikasinya, kecil-kecil banget memang tulisannya. Ngga pada baca, gitu? Percuma bertanya, ya?

Di stand Speedy, kami tertarik melihat banner promo lokasi wi-fi gratis di berbagai penjuru kota Pontianak, terutama di sekolah dan kampus. Spontan saja kami bertanya pada penjaga stand yang berdiri di sana.

“Mbak, ini gimana cara makenya ya wifi id ini?”

“Sudah punya Speedy?”

“Sudah.”

“Ya, berarti bisa pakai.”

“Gimana caranya?”

“Di sini nih, bisa.” (sambil menunjukkan daftar lokasi di banner)

“Iya, mbak. Gimana caranya biar bisa ngakses? Itu di banner katanya pake username Speedy. Itu yang mana?”

“Bentar ya, saya tanya dulu.”

Si Mbak tadi nanya ke temannya, yang ternyata sama ngga ngertinya ketika dimintai penjelasan. Sampai akhirnya ia memanggil seorang pria yang kelihatannya memang pegawai di sana. Lumayanlah jawabannya. Ia bilang, tinggal memasukkan nomor pelanggan sebagai nama pengguna, dan nomor telepon rumah sebagai kata sandi pada kolom yang dibuka pada browser, bisa langsung terhubung ke wifi.id. Siplah, bisa dicoba nanti. (ヘ。ヘ)

Iseng-iseng saya tanya hal lain, soal layanan useetv.com yang juga mereka promosikan.

“useetv.com kenapa yah, saya sudah daftar pakai kartu halo ngga bisa login. Kok saya disuruh langganan?”

“Mbak sudah daftar?”

“Iya, saya sudah daftar pakai nomor kartu Halo, karena katanya kalau mau daftar harus berlangganan dulu produk Telkom. Ya, saya daftar pakai nomor kartu Halo. Saya sudah terima username dan password, tetapi pas login kok disebutkan harus langganan dulu, ya? Padahal di situsnya kan disebutkan ada beberapa layanan yang bisa diakses gratis.”

“Mbak login dulu.”

Ih, ngga nyambung! ᕙ(⇀‸↼‶)ᕗ

Terpaksalah saya menjelaskan ulang maksud saya dari awal di tengah dentuman musik, seperti berada di dalam pentas musik saja bisingnya. Bagaimana bisa bertransaksi dengan nyaman kalau bicara saja harus berteriak-teriak? Sampai akhirnya si petugas berkesimpulan begini,

‘Wah, kelihatannya memang oleh Telkomselnya belum dibuka.”

“Apanya yang belum dibuka?”

“Layanannya.” (jawaban asbun deh, ini.)

“Jadi? Saya harus menghubungi Telkomsel dulu, begitu?”

“Ya, sepertinya begitu, Mbak?”

“Repot amat saya harus ke sana lagi. Ya, sudahlah. Aplikasinya juga sudah saya uninstall kok.”

Hei, Telkom! Anda sudah kehilangan satu calon pelanggan!

Satu-satunya hal menarik yang ditemukan suami saya di pameran adalah produk “TV android”. Ada yang kreatif memasukkan sistem operasi android ke dalam alat seukuran flash disk, yang jika dihubungkan dengan terminal HDMI di televisi, kita bisa memanfaatkan TV hampir seperti tablet. Kenapa hampir? Ya, karena TV biasa bukan layar sentuh, yang tidak bisa mengakomodir perintah sentuhan, harus menggunakan tetikus. Jadi jangan juga mengharapkan bisa menikmati kecanggihan smart TV yang harganya belasan juta itu pada “TV android” yang dibanderol cuma setengah juta saja.

IndoComtech 2012

Lalu apalagi? Ya, sudah, pulang. Mau ngapain lagi. Ngga ada apa-apanya. Kecewa, ya jelas. Bukan berarti saya mengharapkan pameran ini bakal semeriah Indocomtech di Jakarta, tapi kenapa dari waktu ke waktu tidak ada kemajuan, malah makin sepi saja peserta pamerannya? Jadi, tak perlulah ya berpromosi berlebihan. Jangan membuat orang-orang berpikir seperti saya, terbesar dan terlengkap cuma begini, nih?

Satu hal yang saya pelajari dari kunjungan ke pameran tadi siang adalah jangan anggap remeh pekerjaan semacam sales promotion dan penjaga stand! Tak cukup bermodal senyum manis lalu bagi-bagi brosur. Yang penting justru tahu betul seluk beluk barang yang dipromosikan. Tolong deh, kalau ada yang mau ikut pameran, pameran apapun itu, pastikan yang jaga stand nanti paham benar dengan jualannya dan bisa memuaskan rasa ingin tahu konsumen.

Satu hal lagi. Menurut hemat saya, alangkah baiknya yang bersangkutan tidak bau badan ya. Jangan anggap sepele bau badan. Semenit pun tak sanggup rasanya berlama-lama di stand beraroma… (✖╭╮✖)

One thought on “Ter-besar dan ter-lengkap!

  1. “Iseng-iseng suami saya bertanya ke penjaga stand mengenai kecocokan printer tersebut dengan sistem operasi Mac. Ternyata tak seorang pun bisa menjawab!”

    Jawab yang diterima setelah orang ke-4 adalah selama ada colokan printer-nya bisa pak… Jegeerr…

    Mungkin dia pikir laptop Mac itu seperti apa yah?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s