Mulai langka: papan tulis kapur

Punya anak kecil? Pasti mengalami deh, saat-saatnya anak senang mencoret-coret dinding. Apapun yang mereka temukan, entah itu pensil, pen sampai spidol mengotori tembok, lemari dan pintu. Solusi yang saya tempuh kemudian adalah membelikan mereka papan tulis dan spidol. Mereka senang karena mudah dihapus dan bisa bereksperimen dengan berbagai bentuk dengan mudah. Selesai perkara.

Belakangan, desain ruangan dan rumah jadi salah satu bacaan saya di kala senggang. Di banyak artikel, papan tulis hitam, atau dinding yang dicat dengan cat papan tulis, sangat populer. Banyak dipasang terutama di kamar kerja, kamar bermain dan dapur. Sangat estetik.

Jadi kepengen (^^,)

Setidaknya saya tidak perlu melulu membelikan mereka spidol yang cepat sekali mengering. Tidak ada lagi tangan, kaki dan pakaian yang sulit dibersihkan. Apalagi spidol itu menyampah, plastiknya tak bisa didaur ulang, berbeda dengan kapur yang bisa dipakai sampai habis. Argumen menarik mengenai kapur yang jauh lebih baik bagi lingkungan bisa dibaca di artikel ini.

Jadi, saya coba tanya-tanya dan cari tahu, apakah masih ada di kota ini yang menjual papan tulis dan kapurnya?

Ternyata saya tak berhasil menemukan satu toko pun. (_ _)/  Oh mengapa?

Alasan mereka, sudah tidak ada lagi yang mau memakainya.

Hmmmm… saya rasa yang tradisional itu kan bukan berarti ketinggalan zaman dan harus ditinggalkan. Rasanya dalam adegan film asing yang menggambarkan kelas, baik di sekolah maupun universitas, hampir semuanya masih menggunakan kapur.

500 Days of Summer

The Simpsons

Freedom Writers

Seorang teman menawarkan, tukang meubel langganannya bisa membuat papan tulis, dan ternyata sudah ada juga yang jualan online, yang sasaran utamanya adalah restoran dan cafe. Tapi mau pesan percuma juga kalau ngga ada lagi yang jual kapur di sini (´・_・`)

Ada yang tahu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s