Mengapa harus “Ex Cafe 19”?

wpid-2014-06-13-07-56-13_deco.jpg

 

Perhatikan lokasi dari 3 kegiatan di atas. Ketiganya mengambil lokasi yang sama, sebuah lokasi tak bernama di lingkungan Universitas Tanjungpura.

Semula, wilayah itu adalah lapangan rumput belaka, diapit komplek sekretariat UKM-UKM mahasiswa di Untan, bersebelahan dengan jalan protokol kota Pontianak (Jl. A. Yani) dan berada di satu area dengan Auditorium. Sejak dulu, tiap kali ada kegiatan yang mengundang massa cukup besar, panitia selalu membangun panggung yang tidak permanen, atau menyewa yang semi permanen. Namun, ketika penyelenggaraan MTQ di Kota Pontianak beberapa waktu lalu (saya lupa persisnya tahun berapa) dibangunlah sebuah panggung permanen dari beton. Sejak itulah muncul istilah “Plaza MTQ” untuk penyebutan area tersebut.

Beberapa waktu berselang, ada pengusaha yang berminat menggunakan area tersebut untuk kafe dengan konsep terbuka, dinamai “Cafe 19” (atau “nineteen”? Entahlah, soalnya saya pun tak pernah tertarik untuk mampir ke sana). Uniknya, nama si cafe bertahan jauh lebih awet ketimbang umur operasional si cafe sendiri yang hanya berlangsung beberapa bulan. Ya itu tadi, setiap penyelenggara acara pastinya merasa kebingungan untuk menyebut nama persis lokasi tanpa identitas tersebut, sehingga tersebutlah “ex-Cafe 19” atau bahkan versi lamanya “Plaza MTQ”.

Sungguh disayangkan, area yang begitu strategis dan sangat sering dipergunakan oleh beragam kegiatan — yang setidaknya terselenggara sebulan sekali — dibiarkan saja tak bernama.

2 thoughts on “Mengapa harus “Ex Cafe 19”?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s