Kaki Kambing

Orang Indonesia itu pandai. Soal masakan saja, orang Indonesia bisa membuat ragam makanan dari setiap bagian tubuh hewan. Sapi misalnya, jelas bukan cuma dagingnya yang kerap diolah, otaknya bisa jadi masakan yang menurut orang Minang sangat lezat (plus berkolesterol tinggi!), bahkan hidungnya pun menjadi bagian penting makanan khas Jawa Timur yang punya nama rujak cingur.

Tiap daerah memang punya gaya sendiri dalam mengolah masakan. Yang saya belum paham betul adalah soal etiket penyajian. Tata cara yang dianggap benar dan santun oleh kebiasaan banyak orang. Misalnya nih, saya ingat betul pesan orang-orang tua ketika memotong lontong. Bagian kedua ujungnya yang bentuknya tidak bulat, dipisahkan saja, jangan disajikan ke tamu. Kalau ada yang terlalu lembek atau nasinya berhamburan juga harus disisihkan. Piring berisi lontong menjadi  kelihatan rapi.

Contoh lain, saya juga pernah dinasihatkan, kalau mau menyajikan ayam untuk tamu, jangan masukkan kepala, leher, kaki dan bagian duburnya. Tidak sopan. Saya pikir, ada benarnya juga karena tampilan bagian-bagian tersebut memang tidak menarik. Kecuali kalau memang masakannya sup kaki ayam misalnya, tentulah si kaki adalah porsi utamanya.

Nah, ceritanya tadi siang saya hadir di sebuah acara yang menyajikan gulai kambing. Berhubung saya cukup menyukai olahan kambing, saya ambil nasi agak banyak (maruk 😁). Saya tidak terlalu memperhatikan apa yang saya ambil dari mangkuk saji gulai. Baru setelah duduk dan mulai menyuap, barulah tersadar…itu…kaki kambing…lengkap dengan kukunya… Seketika saya kehilangan selera makan. Nasi yang terlanjur diambil banyak pun jadi mubazir :'(

Mungkin yang memasak memang tidak ingin ada bagian-bagian yang mubazir, sehingga lebih baik dicemplungkan saja semuanya ke panci gulai.

Saya jadi bertanya-tanya, apakah memang tidak semua orang paham etiket menyajikan makanan, atau memang saya yang terlalu berlebihan? Sudah diundang ya jangan cerewet, makan saja! 🙊

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s