Mahasiswa (Tak) Boleh Gondrong

Dua hari lalu, di grup chat dosen, saya mendapatkan gambar ini:

image

Respon saya? Rasanya ingin tertawa. Di satu sisi ingin mengatakan, “Rasain tuh!” kepada mahasiswa-mahasiswa gondrong (sebenarnya sih lebih tepat disebut panjang, ada yang terurai tetapi lebih banyak yang kusut masai 😁) yang kebanyakan sengaja berpenampilan sangar supaya ditakuti para juniornya.

Di sisi lain, saya merasa ada ketidakadilan yang begitu eksplisit terlihat dari spanduk tersebut. Kalau memang ingin mahasiswa ditertibkan supaya tampil rapi, mengapa hanya mereka yang gondrong saja yang jadi sorotan?

Bagaimana yang dengan seenaknya menjawab ketika ditegur karena memakai kaus oblong saat berkuliah, “Pakai kaus kan, nyaman, Bu. Ndak gerah.”
Oke, lantas apakah karena saya merasa daster batik adalah pakaian ternyaman di dunia, mereka pun mau menyaksikan dosennya mengajar dengan daster butut?

Bagaimana dengan dandanan beberapa mahasiswi yang mengenakan kaus ketat (sering juga kemeja ketat yang sulit dikancingkan dengan sempurna) dan celana ketat yang memamerkan asetnya kemana-mana?

Bagaimana dengan mahasiswa (apalagi mahasiswi!) yang dengan santainya memakai sandal di kampus pada saat jam kuliah?

Bagaimana dengan mereka yang sulit melepaskan diri dari rokok seolah sudah menjadi asesoris di jari?

Masih banyak pertanyaan lain yang ingin saya lontarkan walau seharusnya tak perlu apabila dari tingkat universitas sudah ada aturan yang jelas. Kampus-kampus besar rata-rata sudah memiliki panduan yang jelas soal penampilan.

Maklumlah, kalau bicara soal etika, buat sebagian orang perlu tarik urat leher dulu karena penafsiran mereka yang berbeda-beda soal mana yang boleh dan tak boleh. Kalau sudah digariskan aturan sejak awal saat mereka masuk sebagai mahasiswa baru, tentulah tak sulit menerapkan hukumannya jika dilanggar.

Meanwhile, buat para mahasiswa, ketimbang adu argumentasi di jejaring sosial soal kebijakan semacam ini, mendingan cari dengan kata kunci “pakaian kampus” di google. Cari tahu, tampil yang keren tanpa harus menguras kantong tuh bagaimana. Saya yakin, semua juga sudah tahu bahwa penampilan yang menarik bakal menimbulkan kesan yang positif bagi pemakainya.

Cari tahu juga siapa tahu ada gaya rambut lain yang lebih cocok untuk ditiru ketimbang mempertahankan gaya hair metal yang populer….30 tahun yang lalu? Setahu saya model rambut begitu belum melakukan comeback-nya ke dunia fashion sampai saat ini tuh. 😁😁😁

Tampil keren di kampus? Perlu!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s